Yuk, Intip Dampak Bullying Yang Belum Banyak Orang Ketahui!

Kasus bullying pada anak merupakan fenomena gunung es, kasus yang mencuat terlihat sedikit, namun faktanya sangat banyak, mengakar, terwariskan dari generasi ke generasi dan sering kurang terpantau oleh orang tua dan sekolah.

Umumnya anak yang sensitif, kurang bisa bersosialisasi, anak yang mudah gelisah, anak yang pasif, anak yang cenderung mengalah, mudah depresi juga berpotensi menjadi korban bullying. Selain itu, anak yang memiliki kekurangan atau anak berkebutuhan khusus juga berpotensi menjadi korban bullying.

Namun kondisi ini seringkali tak terpantau dan lepas dari perhatian orang tua, guru bahkan orang sekitar. Mayoritas guru dan orangtua berfikir bahwa bullying yang terjadi pada anak hanyalah masalah kecil dan tak berdampak negatif.

Dampak Bullying Yang Belum Banyak Orang Ketahui

Bullying dapat dicegah. Pada tingkatan global, komitmen tertinggi telah dilakukan untuk melindungi anak muda dari kekerasan. Akan tetapi, langkah konkrit dibutuhkan untuk memastikan bahwa kekerasan tidak dapat ditolerir di tengah lingkungan masyarakat.

Dampak Bullying Yang Belum Banyak Orang Ketahui

Kita harus bekerja sama, dan percaya bahwa anak muda dapat mewujudkan perdamaian. Kita harus mendorong anak muda untuk melakukan hal-hal yang dapat mewujudkan perdamaian, keberagaman dan rasa saling menghargai.

Seperti yang kita ketahui, bentuk – bentuk penindasan umumnya terbagi menjadi 4, yaitu secara fisik, secara verbal, secara relasional dan secara cyber (melalui internet).

Salah satu bentuk penindasan yang akan di bahas lebih lanjut yaitu penindasan secara verbal. Penindasan secara verbal inilah yang seringkali orang lain bahkan diri kita sendiri lakukan tanpa kita sadari. Penindasan secara verbal umumnya terjadi di sekolah, rumah, bahkan lingkungan sekitar.

Dampak negatif dari penindasan dapat menyebabkan korban mengalami trauma yang menyebabkan efek negatif bagi kejiwaan si korban. Korban yang memiliki trauma, menurunnya rasa kepercayaan diri dan juga merasa hidupnya tertekan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan depresi.

Ketika seseorang sudah memasuki tahap depresi, ia merasa hidupnya tidak berguna untuk orang lain, ia juga merasa tidak tahu harus melakukan apa lagi, sehingga ia lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan beranggapan bahwa dengan bunuh diri, segala rasa sakit secara psikis dapat hilang.

Inilah dampak negatif dari bullying yang paling berbahaya. Dari hal yang sering di anggap hal sepele ternyata dapat berdampak buruk dan dapat merenggut nyawa teman – teman kita. Pernahkan kalian berfikir orang terdekat kalian – orang yang kalian sayang akan menjadi korban bullying selanjutnya jika kalian tidak berhenti melakukan tindakan bullying?

Di kutip dari Penelitian National Association of School Psychologist menyampaikan bahwa setiap hari di Amerika Serikat ada 160.000 murid yang bolos sekolah karena takut di-bully. Penelitian yang diterbitkan jurnal Psychological Science menemukan bahwa orang yang di-bully lebih mungkin mengalami kesulitan dalam lingkungan pekerjaan.

Jadi, setelah kamu membaca artikel ini, apakah kamu masih mau melakukan tindakan bullying terhadap orang lain?

Ditulis oleh Yohanna Christiani

Advertisement

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.

Silakan tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*