7 Hal Yang Mengakibatkan Pertengkaran Dalam Rumah Tangga

Rachel Sussman adalah seorang pakar relationship dan konselor pernikahan yang cukup terkenal di New York, Amerika Serikat. Dalam kesempatan kali ini, redaksi tips-cewek.com akan membeberkan beberapa hal yang mengakibatkan pertengkaran dalam rumah tangga berdasarkan studi kasus yang di lakukan oleh Rachel Sussman.

7 Hal Yang Mengakibatkan Pertengkaran Dalam Rumah Tangga

7 Hal Yang Mengakibatkan Pertengkaran Dalam Rumah Tangga

Merasa paling berkomitmen

Dalam beberapa kasus yang di tangani oleh Sussman, masalah komitmen merupakan penyebab pertama yang mengakibatkan pertengkaran / perselisihan saat menjalani relationship atau pada saat membina rumah tangga.

Salah satu individu cenderung merasa “paling berkomitmen” sehingga membuat dirinya merasa lebih superior dari pasangannya. Hal ini menyebabkan terjadinya kesalahpahaman yang bisa berakibat fatal.

Pembagian tugas dalam keluarga

Ada banyak pasangan yang hubungan pernikahannya harus kandas karena penyebab yang sepele, yaitu pembagian tugas di dalam rumah tangga. Misalnya, pihak wanita merasa seluruh beban tugas rumah tangga harus dia selesaikan sendirian, sedangkan pihak laki-laki hanya bisa bersantai saat berada di rumah.

Atau sebaliknya, pihak laki-laki merasa tidak di hargai padahal dia harus menangung beban berat mencari nafkah untuk pasangan dan anak-anaknya.

Oleh karena itu sebaiknya pasangan yang sudah menikah sebaiknya bisa berkomitmen untuk saling membantu di dalam menjalankan tugas.

Media sosial

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa medsos adalah salah satu penyebab utama pertengkaran pasangan suami istri. Kecemburuan bisa terjadi karena pasangan yang terlalu asik dengan gadget mereka masing-masing.

Masalah keuangan

Masalah keuangan juga bisa menjadi hal yang mengakibatkan pertengkaran dalam rumah tangga. Kondisi finansial yang kurang baik menyebabkan pasangan merasa kurang terpenuhi hak-haknya.

Pada beberapa kasus, ada juga orang yang merasa di rugikan karena pasangan mereka sering bersikap boros atau menghabiskan uang hanya karena alasan gaya hidup.

Untuk menghindari hal ini harus ada komunikasi dan saling memahami kondisi keuangan yang ada di dalam keluarga.

Bekerja sampai melupakan keluarga

Hal lainnya yang dapat menyebabkan pertengkaran di dalam rumah tangga adalah sampai melupakan keluarga.

Contohnya adalah saat seorang suami bekerja siang dan malam dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kecenderungan workholic akan menyebabkan intensitas dan kualitas komunikasi menurun. Meskipun tujuan sang suami merupakan hal baik, akan tetapi harus di ingat bahwa kualitas komunikasi bersama keluarga adalah hal yang paling utama.

Mementingkan diri sendiri

Pernikahan bukanlah tentang “aku” dan “kamu”. Pernikahan adalah tentang “kita”.

Kebersamaan harus menjadi prioritas paling atas, mengalahkan egoisme, kepentingan diri sendiri, dan perasaan ingin menjadi yang paling superior.

Tidak dewasa dalam menghadapi masalah

Setiap orang yang menikah harusnya bisa semakin menjadi dewasa dalam menghadapi permasalahan. Jangan pernah menyalahkan orang lain jika terjadi perselisihan, dan sebaliknya lakukanlah introspeksi agar bisa memperbaiki diri sendiri.

Advertisement

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.

Silakan tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*