Waspadai Catcalling Karena Catcalling adalah Pelecehan Seksual!

Mungkin bagi sebagian orang, bahkan banyak orang di luar sana tidak mengetahui apa itu catcalling. Ketika anda mendengar kata catcalling, apa yang ada di pikiran anda?

Catcalling bukanlah seekor kucing melainkan salah satu bentuk pelecehan seksual. Menurut Oxford Dictionary, catcalling adalah siulan, panggilan, dan komentar yang bersifat seksual dan tidak diinginkan oleh pria terhadap wanita yang lewat. Catcalling juga sering di sebut sebagai street harassment.

Waspadai Catcalling Karena Catcalling adalah Pelecehan Seksual!

Sedangkan secara lebih luas, street harassment adalah bentuk pelecehan seksual yang dilakukan di tempat publik. Contoh catcalling yang sering terjadi di masyarakat kita:

“Mau kemana, cantik?”

“Senyum dong!”

“Abang antarkan yuk, neng!”

Kejadian seperti ini dianggap “lumrah” oleh banyak orang karena itu hanyalah sebuah kata-kata dan sebagian menganggap itu merupakan sebuah pujian. Catcalling bukanlah sebuah pujian. Justru, kata-kata yang dilontarkan pelaku merupakan kata-kata yang lebih ke arah intimidasi dan terkadang memiliki maksud dan tujuan tertentu di balik kata-kata tersebut.

Korban catcalling pada umumnya adalah wanita dan terjadi di tempat umum. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan perasaan tidak aman saat kaum hawa berpergian. Tidak sedikit yang merasa takut bahkan trauma untuk pergi dan jalan sendirian di tempat umum. Padahal, semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk bisa merasa aman dan nyaman.

Sponsors


Pelecehan seksual seperti catcalling ini masih dianggap sebagai hal yang ringan oleh masyarakat karena pelecehan ini dilakukan hanya secara lisan. Namun, hal ini tetaplah bentuk pelecehan seksual. Sampai saat ini, tidak ada peraturan perundang-undagan mengenai catcall. Lagipula, untuk mengurusnya dan bukti kuat terjadinya catcall agak sulit untuk dibawa ke masalah hukum.

Catcalling masih jauh dari hukum selama tidak ke arah fisik. Tapi, yang mau ditekankan adalah bagaimana caranya untuk setidaknya menghentikan atau membuat pelaku sadar akan catcall ini. Setidaknya, pelaku bisa lebih menghargai kaum wanita.

Pada akhirnya, hal seperti ini bermuara kembali pada ketimpangan gender yang diakibatkan oleh kuatnya garis patriarki di dalam masyarakat. Perempuan diperlakukan sebagai objek. Perempuan juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk mewujudkan kebebasan berekspresi dalam kehidupan kesehariannya.

Termasuk dalam hal berpakaian. Kurang tepat bila mengaitkan peristiwa catcalling dengan menyalahkan pakaian yang dikenakan perempuan karena mau berpakaian seperti apapun, perempuan tetap akan rentan menjadi korban catcalling dari lingkungan di sekitarnya.

Apapun motivasi pelaku terhadap korban, perbuatan catcalling tetap harus diminimalisir agar perempuan dapat memiliki rasa aman dalam menunjukkan kebebasan berekspresi dan juga tidak menjadi rentan terhadap street harassment lainnya.

Kunci utamanya adalah saling menghormati satu sama lain dan cukup memberikan pemahaman bahwa setiap manusia berhak mendapatkan rasa aman dan nyaman siapapun dan dimanapun mereka. Kenali dan hentikan catcalling, buat dunia sebagai tempat yang nyaman untuk siapapun!

Artikel kontribusi Monica Elvira.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*