Jangan Langsung Percaya Pada Label “NO ANIMAL TESTED”!


Mungkin label “NO ANIMAL TESTED” sudah sering di jumpai di berbagai produk kosmetik atau kecantikan yang biasa kita gunakan sehari hari. Tetapi, apakah kalian tahu apa arti dari label tersebut?

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan kepada mahasiswa dan mahasiswi universitas di kota besar seperti Jakarta, masih ada yang mengaku bahwa mereka tidak mengerti apa arti dari label no animal tested loh.

Jangan Langsung Percaya Pada Label “NO ANIMAL TESTED”!

Apakah yang di maksud dengan “NO ANIMAL TESTED”?

Label no animal tested menunjukkan bahwa produk tersebut tidak menjadikan hewan jenis apapun sebagai subyek uji coba. Sayangnya, masyarakat pada umumnya tidak tahu bahwa produk yang mereka gunakan diuji cobakan kepada hewan seperti kelinci, tikus, hamster, marmut dan hewan lainnya yang selama prosesnya menyakiti dan membunuh hewan hewan tersebut.

Pertanyaannya, apakah masyarakat sebenarnya peduli dengan ada atau tidaknya label tersebut? Jawabannya adalah tidak!

Menurut kebanyakan orang, ada atau tidaknya label tersebut tidak masalah selama produk yang mereka gunakan berkualitas bagus dan cocok dengan kebutuhan mereka sendiri. Walaupun begitu mereka menyatakan bahwa sebenarnya ada rasa iba yang timbul terhadap hewan hewan tersebut.

Fakta yang lebih kejam adalah sebagian kecil koresponden yang dengan jujur mengatakan bahwa mereka tidak merasa iba sedikitpun atas penderitaan dan kematian hewan hewan yang digunakan sebagai bahan uji coba. Mengejutkan sekali bukan?

Animal testing dapat dihindari dengan melakukan alternatif yang ada dengan menggunakan kemajuan teknologi yang sudah maju sekarang ini. Seperti yang telah banyak dilakukan perusahaan kosmetik besar seperti Elf, Milani, Too Faced, The Body Shop, Wet n Wild, Urban Decay, dan masih banyak lagi.

Namun, karena animal testing telah barlangsung dari generasi ke generasi dalam waktu yang lama, masyarakat beranggapan bahwa animal testing merupakan satu satunya jalan. Nyatanya, sebagian besar uji coba pada hewan tidak efektif untuk mengukur cocok atau tidaknya produk tersebut digunakan oleh manusia.

Berbagai organisasi dunia seperti PETA dan perusahaan kosmetik seperti The Body Shop, telah melakukan berbagai kampanye against animal testing  di sosial media maupun dengan membuat sebuah event di tempat tempat umum.

Hampir seluruh koresponden mengaku bahwa mereka pernah mendengar kampanye mengenai against animal testing secara langsung, dan menyatakan bahwa kampanye tersebut mempengaruhi mereka untuk beralih ke produk no animal testing. Anehnya, kelompok koresponden yang sama menjawab bahwa mereka tidak pernah membatalkan pembelian suatu produk karena produk tersebut menggunakan uji coba hewan.

Sebagian besar orang mengetahui kekejaman yang terjadi dibalik animal testing dan merasa iba, mengetahui masih banyak produk no animal testing yang kualitas nya dapat menandingi produk animal testing, juga mengetahui bahwa dengan membeli produk tersebut sama saja artinya kita berkontribusi atas penyiksaan yang dilakukan pada hewan.

Sayangnya, kita hanya sekedar mengetahui hal tersebut tanpa melakukan aksi apapun yang membuat uji coba hewan masih berlangsung pada saat ini.

Ayo beralih ke produk no animal tested! Satu langkah mudah yang dapat menyelamatkan hewan-hewan yang tidak bersalah.

Artikel kontribusi Helsa Anabel.

Advertisement


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.

Silakan tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*