Jangan Biarkan Nongkrong Membuat Kamu Lupa Akan Segalanya!


Istilah nongkrong merupakan hal yang tidak asing lagi di masa kini. nongkrong sudah menjadi salah satu ciri yang identik bagi generasi zaman sekarang. “Manusia sebagai makhluk sosial” merupakan faktor pendorong terjadinya budaya nongkrong.

Budaya ini telah muncul sejak zaman dahulu hingga saat ini, dimana budaya ini dijadikan kebiasaan bagi banyak orang. Tidak memandang tua ataupun muda begitupula di daerah perkotaan atau pedesaan.

Nongkrong merupakan kegiatan berupa interaksi dengan orang lain saat memiliki waktu luang. Dimana interaksi merupakan kebutuhan bagi tiap manusia. Zaman dahulu nongkrong dilakukan di warung-warung kopi untuk beristirahat bagi para pekerja.

Jangan Biarkan Nongkrong Membuat Kamu Lupa Akan Segalanya!

Namun, dimasa kini nongkrong dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Nongkrong bukan merupakan kegiatan yang dilarang, namun jika nongkrong dijadikan suatu kegemaran atau sebuah keharusan yang dilakukan akan menimbulkan kerugian. Terutama jika kegiatan nongkrong dilakukan hingga membuat orang menjadi lupa akan waktu.

Dari hasil research yang telah dilakukan, para remaja khususnya anak SMA dan Mahasiswa menjadikan nongkrong sebagai suatu hal yang wajib dilakukan dimana mereka akan menghabiskan banyak waktunya untuk nongkrong demi menggapai status sosial agar terbilang gaul dan mendapat kesenangan semata.

Mereka melakukan kegiatan nongkrong ini bersama dengan orang-orang yang berlatarbelakang sama atau cocok dengan mereka. Karena dengan orang-orang yang berlatarbelakang sama, mereka akan lebih nyaman dan menyukai banyak hal yang sama sehingga mereka menghabiskan waktu dengan orang-orang tersebut dengan have fun dan tidak bosan.

Serta biasanya mereka memiliki tempat ‘loyalty’ sebagai basecamp untuk mereka berkumpul. Dimana tempat tersebut bisa berupa sebuah rumah, warung kelontong, warung kopi, cafe, restaurant atau hanya sekedar sebuah kursi dibawah pohon yang rindang.

Mereka menjadikan basecamp tersebut sebagai rumah kedua, karena mereka hampir menghabiskan waktu yang mereka miliki saat waktu luang ditempat tersebut.

Banyak hal yang dapat dilakukan saat nongkrong, hal tersebut bisa berupa kegiatan positif ataupun kegiatan negatif. Bagi tiap remaja yang melakukan kegiatan nongkrong yang diisi dengan kegiatan positif merupakan hal yang baik tetapi tetaplah setiap manusia harus dapat memanage waktu dengan baik.

Tidak perlu menghabiskan waktu hanya untuk kegiatan nongkrong. Namun sayangnya masih terdapat banyak remaja yang melakukan nongkrong sebagai pelampiasan untuk melepas kepenatan. Dimana mereka berkumpul hanya untuk membuang-buang waktu seperti bergossip, bermain game, duduk dan bermain hp, bahkan tidak sedikit bagi mereka yang justru terjerumus dengan minum-minuman keras dan narkotika akibat nongkrong.

Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam bahkan hingga larut hanya untuk melakukan kegiatan hal sia-sia seperti itu. karena mereka merasa mendapat kesenangan batin saat berkumpul dengan teman-temannya.

Kegemaran akan nongkrong dapat menimbulkan banyak kerugian. Mereka tidak sadar telah menghabiskan banyak waktu hanya untuk hal yang sia-sia. Sebagai calon penerus bangsa tidak seharusnya mereka membuang-buang waktu untuk hal-hal yang sia-sia.

Tidak sadarkah masih banyak hal yang lebih penting untuk mereka kerjakan dibanding dengan nongkrong terbut. Seperti halnya kegiatan-kegiatan dirumah dengan berkumpul bersama keluarga, membantu orangtua dirumah, mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah atau kampus, dan hal-hal positif lainnya.

Memang terdapat banyak faktor dari remaja yang addict akan nongkrong ini, namun sebagai remaja yang akan tumbuh menjadi dewasa sudah seharusnya dapat membedakan dan mengatur diri sendiri. Masa muda memang hanya sekali tetapi bukan berarti mengunakan waktu masa muda ini hanya untuk mencari kesenangan.

Cobalah untuk keluar dari zona nyaman. siapa yang tahu jika ternyata menyenangkan? Hargailah selalu waktu yang dimiliki, karena waktu tidak akan pernah bisa dikembalikan. Bisa dibayangkan akan jadi seperti apa jika sampai hari nantipun para remaja terus memelihara budaya nongkrong yang sia-sia.

Akan jadi apa negara Indonesia ini?

Artikel kiriman Sergio Sheilla Zanardie.

Advertisement


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.

Silakan tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*