Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Terbentur Perbedaan Agama?

Kalau cerita cinta terbentur perbedaan budaya, strata ekonomi atau persaingan bisnis antar orang tua, ini sudah jadi kasus klise. Sudah banyak yang mengalami hal ini. Mungkin ada diantara kenalan, kerabat atau anda sendiri yang dilanda galau karena cinta beda agama.

Bingung? Penolakan keluarga atau sikap tidak senang teman sahabat akan terasa. Sikap yang terasa tidak mendukung karena persoalan yang sangat prinsip ini. Padahal ini masing-masing pihak sudah sepakat untuk tidak mengganggu soal ibadah. Silahkan jalan dengan keyakinan sendiri.

Selesaikah permasalahan di sini? Mari kita bahas lebih lanjut!

apa-yang-harus-dilakukan-saat-cinta-terbentur-perbedaan-agama

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Terbentur Perbedaan Agama?

Masalah hukum

Selain undang-undang yang mengatur tidak jelas, sebenarnya semua ajaran agama tidak merestui soal ini. Cobalah abaikan dulu pendirian pribadi anda, dan telaah dengan kepala dingin.

Memang ada celah undang-undang yang memungkinkan, tapi masih mengundang perdebatan. Belum lagi untuk pencatatan sipil, negara belum bisa memfasilitasi soal ini.

Urusan Ibadah

Meski sudah saling sepakat tidak akan mempermasalahkan urusan ibadah, percayalah suatu saat ini akan menjadi ganjalan. Dalam perjalanan rumah tangga, tentu tidak selamanya mulus. Ada kalanya badai menerjang dan masalah kecil atau besar jadi sandungan.

Adalah hal yang manusiawi ketika sedang dilanda masalah membuat kita ingin curhat, mengadu pada Tuhan.   Rasanya tentu akan beda bila masing-masing beribadah dengan cara sendiri dan beribadah bersama dengan suami atau istri.

Ada rasa damai, meskipun belum mendapatkan solusi setelah selesai berdoa. Belum lagi urusan kehidupan sehari-hari yang erat kaitannya dengan ibadah. Misalnya saja status halal-haram makanan, bagaimana aturan untuk memelihara hewan dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, atau aturan warisan bagi anak bila berbeda agama.

Pendidikan Agama Anak

Pandangan umum yang nantinya akan menyerahkan sepenuhnya hak pada anak untuk memilih agamanya sendiri. Mungkin benar, tapi anak akan dibuat bingung menentukan keyakinannya sendiri. Dalam waktu yang bersamaan dia akan menyaksikan orang tuanya beribadah dengan cara yang berbeda.

Hubungan Keluarga

Ini adalah masalah terbesar yang dihadapi oleh dua pasangan suami istri yang berbeda agama.

Sikap penerimaan yang tidak mengenakan dari keluarga saat berkumpul. Menarik diri dari acara keluarga besar mungkin pilihan awal yang paling terbayangkan. Dalam beberapa penelitian, interaksi suami-istri dan pihak keluarga akan terasa lebih memuaskan bila memegang keyakinan yang sama.

Bukan jaminan juga saling menghargai keyakinan akan membuat rumah tangga tetap langgeng. Coba tengok deh beberapa kasus suami istri yang berbeda agama. Tidak sedikit dari mereka yang pernikahannya berakhir dengan perceraian.

Memang untuk yang seagama pun tidak menutup kemungkinan terjadinya kasus perceraian. Coba sekarang, renungkan kembali untuk apa anda menikah. Mencintai karena unsur fisik atau pribadi mungkin bisa menguap.

Lain halnya kalau anda niatkan menikah untuk beribadah. Anda akan lebih berusaha untuk komitmen. Percayalah, masih banyak pria atau wanita yang seagama yang bisa jadi teman hidup anda. Yuk, move on!

 

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.

Silakan tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*