Cara Mengatasi Pikiran Negatif dan Meningkatkan Percaya Diri

Cara Mengatasi Pikiran Negatif dan Meningkatkan Percaya Diri – Harus di akui bahwa proses melewati masa remaja adalah proses yang tidak mudah. Ada banyak hal yang harus di hadapi, dan salah satu hal yang biasanya harus di hadapi cewek remaja adalah pikiran-pikiran negatif dan perasaan rendah diri.

Pikiran negatif adalah hal yang normal dan memang biasa ditemukan pada wanita berusia remaja, dan jika tidak di atasi dapat mengakibatkan munculnya perasaan rendah diri. Namun kamu tidak perlu takut karena ada beberapa hal yang bisa membantu untuk menghilangkan pikiran negatif dan perasaan rendah diri.

Berikut adalah cara mengatasi pikiran negatif dan perasaan rendah diri sebagaimana yang di rangkum oleh redaksi tips-cewek.com dari buku A Teen’s Guide to Self-Acceptance and Lasting Self-Esteem yang di tulis oleh seorang psikolog remaja, .

cara-mengatasi-pikiran-negatif-dan-meningkatkan-percaya-diri
Image by Kinga Cichewiz

Cara Mengatasi Pikiran Negatif dan Meningkatkan Percaya Diri

#1. Ingatlah bahwa kamu tidak sendirian

Saat kamu memiliki pikiran negatif tentang diri sendiri, maka kamu harus ingat bahwa ada banyak cewek di luar sana yang juga memiliki masalah sama.

Ada banyak hal yang bisa menjadikan cewek memiliki pikiran negatif, dan salah satu penyebabnya adalah perkembangan sosial media yang tidak terbendung. Di dalam medsos, kamu bisa saja mendapatkan celaan, hinaan, atau bahkan bully-an yang membuat malu, depresi, gugup, bahkan merasa sedih.

#2. Semuanya terjadi secara alami

Ada banyak hal yang bisa membuat seorang gadis remaja merasakan stress atau tekanan mental. Bahkan hal-hal sepele bisa menjadi pemicu stress di usia remaja.

Tenang, ada penjelasan ilmiah yang bisa memberi jawaban mengapa remaja biasanya dapat dengan mudah terkena stres! Pada saat usia remaja, bagian otak yang paling aktif adalah amygdala. Amygdala adalah bagian otak yang di yakini menjadi pusat emosional.

Sebaliknya, bagian otak yang di sebut prefrontal cortex yang bertugas untuk berpikir secara rasional masih belum dapat digunakan secara optimal.

Hasilnya, manusia yang berusia remaja akan cenderung memiliki emosi yang tidak stabil karena belum ada keseimbangan antara emosi dengan rasionalitas.

#3. Hindari hal-hal yang sering membuat kamu kehilangan semangat

Kehidupan sosial di kampus atau sekolah merupakan kehidupan yang penuh warna. Ada berbagai macam karakter manusia yang bisa kamu temukan di lingkungan kampus atau sekolah.

Usahakanlah untuk memiliki teman-teman yang bisa mendukung dan memberi semangat. Dan sebaliknya, batasilah pergaulan dengan teman-teman yang membuat kamu down, misalnya teman yang sering mengejek, merendahkan, atau memberikan perlakuan buruk.

#4. Know your value!

Setiap manusia terlahir unik dan memiliki kekurangan serta kelebihan masing-masing. Percaya diri terbentuk dari keseimbangan antara kekurangan dan kelebihan ini.

Cobalah lakukan evaluasi terhadap diri sendiri, kemudian lakukan pembenahan pada hal-hal yang menjadi kekurangan kita.

#5. Lupakan masa lalu yang buruk

Kita pasti sering mengingat kembali atau melakukan flashback kepada memori-memori masa lalu yang tidak menyenangkan, misalnya mengingat kesedihan dengan mantan, mengingat kembali suasana yang membuat malu, dan sebagainya.

Wajar kalo kita melakukan flashback sekali atau dua kali saja, namun akan menjadi toksik jika kita terus-terusan memikirkan hal buruk yang pernah terlewati. Hal seperti ini bisa membawa pikiran negatif dan membuat kita kehilangan semangat.

Ingatlah bahwa hal yang terpenting dalam hidup kita adalah bisa menyikapi dengan bijaksana dimana kita berada dan apa yang kita lakukan pada saat ini. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran agar kita bisa menjadi lebih baik untuk saat ini dan di masa yang akan datang..

Advertisement

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.

Silakan tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*