7 Kendala Menikah Muda Yang Sering Muncul

Ada banyak masalah atau kendala menikah muda yang sering di tanyakan atau di sampaikan oleh pengunjung tips-cewek.com.  Apa saja kendala menikah muda tersebut? Dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, ikuti ulasan singkatnya di bawah ini.

7 Kendala Menikah Muda Yang Sering Muncul

7 Kendala Menikah Muda Yang Sering Muncul

#01. Apakah menikah baik untuk saya?

Tentu saja pernikahan adalah sesuatu yang baik!

Akan tetapi pertanyaan seperti ini akan menjadi pertimbangan besar bagi pasangan yang belum 100% siap atau belum serius untuk menikah.

Ada banyak nilai-nilai positif dan kebaikan yang di ambil dengan jalan menikah muda. Silakan baca artikel tentang menikah muda yang pernah di tulis tim tips-cewek.com.

#02. Apakah usia saya sudah tepat?

Setiap negara memiliki hukum yang berbeda dan memiliki kebijakan tersendiri dalam menentukan usia minimal dalam pernikahan. Namun  usia legal rata-rata untuk melakukan pernikahan di sebagian besar negara di dunia adalah delapan belas tahun.

Contohnya, di Amerika Serikat hampir seluruh negara bagiannya setuju bahwa usia delapan belas tahun adalah usia yang legal untuk menikah. Hanya ada 2 negara bagian Amerika Serikat yang memiliki kebijakan berbeda yaitu Nebraska (19 tahun) dan Mississippi (21 tahun).

Di Indonesia sendiri telah di tentukan usia minimal untuk menikah secara resmi adalah delapan belas tahun untuk usia laki-laki dan enam belas tahun untuk usia perempuan.

Meskipun demikian, pernikahan di bawah usia yang telah di tetapkan secara hukum juga dapat di laksanakan dengan persetujuan orang tua atau wali dari ke dua belah pihak.

Jadi saat kamu sudah memasuki usia delapan belas tahun, sebenarnya kamu sudah dapat menikah dan tercatat sebagai pasangan secara resmi.

Sebagian masyarakat di Indonesia juga memiliki pendapat bahwa usia ideal untuk sebuah pernikahan adalah usia antara dua puluh tiga sampai dengan dua puluh delapan tahun, karena asumsi dalam rentang usia tersebut laki-laki dan perempuan secara emosional sudah cukup dewasa dan matang.

#03. Apakah menikah muda termasuk pernikahan dini?

Asumsi salah yang menyamakan menikah muda sebagai pernikahan dini juga merupakan kendala menikah muda. Asumsi seperti ini harus di luruskan.

Secara etimologi pengertian “menikah muda” dan “menikah dini” adalah hal yang sangat berbeda, karena kata “dini” cenderung memiliki konotasi negatif. Secara umum pernikahan dini di lakukan di bawah usia minimal sebagaimana yang telah di jelaskan di atas.

Dan biasanya ada faktor tersendiri yang mendorong terjadinya pernikahan dini, misalnya adat istiadat, keinginan orang tua, atau faktor kehamilan di luar nikah.

Jadi jelas, menikah muda tidak termasuk dalam kategori pernikahan dini.

#04. Saudara saya belum menikah

Nah, ini juga merupakan salah satu kendala menikah muda yang muncul dari segmen internal, yaitu keluarga.

Kadang-kadang  ada pengunjung tips-cewek.com yang menyampaikan bahwa sulit bagi mereka untuk menikah di usia muda karena ragu-ragu untuk meyakinkan orang tua jika ada saudara kandung (terutama saudara yang lebih tua) yang belum mendapatkan jodoh atau menikah.

Konon jika kita menikah duluan ketimbang saudara yang lebih tua, maka jodoh saudara kita tersebut akan menjadi sulit.

Well, kita harus ingat bahwa ada tiga hal yang tidak dapat kita prediksi, yaitu rezeki, jodoh, dan kematian. Oleh karena itu, bisa saja kamu menemukan jodoh lebih dulu ketimbang saudara kamu yang lain. :)

Kalau pun kamu ingin serius dalam menikah, cobalah berikan pengertian kepada orang tua tentang hal tersebut. Berikan mereka penjelasan dan argumentasi yang kuat dan hindari perdebatan yang tidak jelas.

#05. Saya masih kuliah, bagaimana ya?

Pendidikan kadang juga menjadi kendala menikah muda, terutama jika kamu masih berstatus sebagai mahasiswa/mahasiswi di perguruan tinggi.

Dengan kondisi seperti ini, setidaknya ada 2 opsi yang dapat di pertimbangkan dengan bijak.

Opsi yang pertama adalah tetap menikah sambil melanjutkan kuliah dan merencanakan kehamilan dengan kontrasepsi (silakan berkonsultasi ke dokter untuk hal ini).

Sedangkan opsi ke dua adalah bersabar untuk menyelesaikan kuliah baru lanjut serius ke pernikahan. Opsi ke dua ini agak berat untuk di lakukan karena butuh kesabaran dan komitmen yang kuat dari pihak laki-laki dan perempuan untuk saling menjaga kehormatan.

Choose it, wisely!

#06. Gimana ya kak, aku belum bekerja?

Kendala menikah muda yang selanjutnya adalah masalah pekerjaan dan income.

Ada beberapa orang tua yang ingin memiliki anak yang sebelum menikah sudah memiliki pekerjaan dan menjadi mapan, kemudian secara finansial bisa memberikan kontribusi dalam keluarga.

Selain itu ada juga yang berpendapat bahwa sebelum menikah sebaiknya harus memiliki pekerjaan dan mapan kemudian hasilnya di nikmati sendiri.

Mari kita luruskan ke dua perspektif ini.

Memiliki income atau pendapatan merupakan hal yang penting sebelum kamu memasuki fase pernikahan terutama jika kamu adalah pihak laki-laki. Karena, dalam fase pasca-nikah kamu akan membutuhkan income yang sustainable agar bisa menunjang kehidupan berumah tangga.

Selain itu, sah-sah saja jika ortu menginginkan kamu untuk membantu keluarga dari income yang kamu dapat dari pekerjaan. Ingat, anak dan ortu memiliki ikatan tersendiri yang terpisah dari jalur pernikahan.

Memiliki pekerjaan dan income adalah sesuatu hal yang sangat di rekomendasikan sebelum kamu menikah, karena dalam membangun rumah tangga, selain harus memiliki pondasi rasa kasih sayang, juga di perlukan dukungan finansial yang baik.

Bagaimana jika kamu memiliki pekerjaan dengan income pas-pasan? Jangan takut! Karena dengan kerja keras dan kesungguhan, kamu bisa kok jadi sukses. :)

#07. Kami tidak di restui orang tua

Wah, ini merupakan kendala menikah muda yang klasik banget! Bagaimana cara menyikapi keputusan orang tua yang tidak merestui kalian untuk menikah muda?

Agak susah-susah gampang sih untuk menyiasati keputusan orang tua yang tidak memberikan restu.

Cobalah dengarkan dulu apa alasan yang membuat mereka tidak memberikan restu. Kemudian, cobalah untuk meng-counter dengan alasan mereka tersebut dengan argumentasi yang logis.

Sekali lagi, hindari perdebatan yang tidak jelas, karena perdebatan hanya akan menghasilkan kebuntuan.

Simpulan

Pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah untuk di jalankan dengan benar. Pernikahan adalah hal yang serius dan sakral, serta butuh persiapan yang sangat matang untuk melaksanakannya.

Semoga pembahasan singkat tentang kendala menikah muda yang umum terjadi di Indonesia ini bisa memberikan kamu wawasan, terutama bagi kamu yang ingin menikah di usia muda.

Advertisement

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.

Silakan tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*